Kashiwamochi: Sajian persembahan Dewa pada Hari Anak Laki-Laki

Setiap mengunjungi suatu negara, sayang rasanya jika tak mencicipi kuliner tradisional yang sangat beragam di dalamnya, plus edible for Muslim insya Alloh. Mantap!♡\( ̄▽ ̄)/♡

Bulan April-Mei memang surga nya Festival, makanan, dan diskon (aduhh (。╯︵╰。))  bagi masyarakat Jepang. Pada ada bulan Mei sendiri, Jepang memiliki ada beberapa perayaan nasional yang berturut-turut, dan pekan ini disebut sebagai Golden Week. 
  • Dimulai dari tanggal 29 April yaitu Hari Peringatan Era Showa (Showa no Hi)
  • Spesial tahun ini, pada tanggal 30 April, 1 Mei, dan 2 Mei dijadikan tanggal resmi nasional untuk Penetapan pergantian dari Era Heisei ke Era Reiwa.
  • 1 Mei juga merupakan hari Buruh (Labor Day), 
  • lalu ada Constitution Memorial Day (Kenpou Kinenbi) pada 3 Mei
  • Greenery Day atau Hari Bumi (Midori no Hi) 4 Mei
  • dan Hari Anak (Kodomo no Hi) yang bertepatan juga dengan hari anak Laki-Laki (Tango no Sekku) pada tanggal 5 Mei setiap tahunnya. 
Nah, tanggal merah semua tuhwaktu yang sangat berharga banget kan xD, jadi dinamain Golden Week. hehe~
Pada pekan ini juga sering dimanfaatkan oleh para perantau untuk pulang ke kampung halaman, kalau di kita mungkin seperti momen Lebaran yah. Waktunya mudikkkk \(≧▽≦)/.
Peringatan-peringatan nasional yang berdempetan macam ini, gak mungkin tuh dianggurin oleh para produsen dan toko-toko. Jadilah, setiap akhir bulan April begini, wajib kencangkan ikat pinggang dan lebih ketat memilih. haha..apalagi kalau di depan rumah ntar juga ada bazar yang ruame (macam bazar Ramadhan di Indonesia) gitu. wa..waaa.waaa….. ( =ノωヽ=). 
Baca Juga
Jika teman-teman berkesempatan mengunjungi negara Jepang di pertengahan bulan April hingga awal Mei, mungkin akan menjumpai wagashi atau hidangan/cemilan khas Jepang yang eksklusif dan hanya dijual pada masa waktu tersebut. Karena cemilan ini istimewa, maka perlu keahlian khusus dalam mengintai pasar-pasar atau toko kue tradisional untuk mendapatkannya. Karena, selain makanan ini adalah hidangan kuno yang turun-temurun dari jaman Edo terdahulu, hidangan ini juga seperti semakin kehilangan peminat ditengah gempuran makanan-makanan cepat saji ala Negeri Barat. Namun jangan salah, karena kehadirannya yang semakin limited edition ini justru bikin orang-orang macam saya ketagihan membelinya xD.

Gambar dari itadakimasu-letmeeat dot tumblr dot com/post/154407060360

Wagashi yang juga menjadi favorit saya ini adalah Kashiwamochi. Seperti namanya, cemilan ini masih dari keluarga ‘Mochi’, itu tuh makanan khas Jepang yang kenyal-kenyal terbuat dari tepung beras Mochi yang super lembut, kenyal dan sedikit lengket. Mochi sendiri banyak sekali macamnya, namun yang khas dan hanya ada di pertengahan bulan April hingga awal Mei adalah si Kashiwamochi ini. 
Konon, Kashiwamochi adalah makanan yang dipersembahkan untuk dewa ketika Hari Anak Laki-Laki di Jepang. Hari Anak Laki-Laki di Jepang selalu identik dengan simbol ikan (minimal) tiga warna yang umumnya akan dipajang besar-besar dan gagah di depan rumah, yang penghuninya memiliki anak laki-laki.

Gambar dari MangadeJapan

Kashiwamochi sendiri berarti makanan mochi yang dibungkus dengan daun Kashiwa (daun dari Pohon Oak). Makna dari Kashiwamochi adalah keberlanjutan keturunan garis keluarga yang abadi, filosofi ini bersumber pada daun pohon Oak yang tidak akan gugur sebelum ada tunas daun muda yang tumbuh. Diharapkan anak laki-laki yang sekarang akan menjadi cikal bakal yang meneruskan garis keturunan keluarga hingga kapanpun. Wah,, dalem bangett ya maknanya. hehe~

Jika dilihat dari sisi lingkungan juga, Kashiwamochi ini ramah lingkungan loh. Karena menggunakan daun sebagai pembungkus mochi di dalamnya. Dan jangan lupa, lebih baik juga menyediakan wadah/container pribadi yang bisa dipakai berulang kali, ketika membeli Kashiwamochi ini. Jadi, benar-benar 100% ramah lingkungan kan ^_~
Awalnya Kashiwamochi adalah mochi yang berisi anko dengan rasa asin (shioan). Anko atau yang dibaca angko adalah jenis isian hidangan Jepang berupa pasta dari kacang merah. Salah satu makanan populer yang juga menggunakan isian Anko adalah Dorayaki, makanan favorit Doraemon, si kucing milenial.  ♡( ◡‿◡ )
Seiring perkembangan waktu dan preferensi serta kesepakatan umum masyarakat setempat, isian dari Kashiwamochi kini lebih beragam, dan umumnya dibagi menjadi tiga varian berbeda. TsubuAn (pasta kacang merah), KoshiAn (jenis pasta kacang merah dengan teknik penyaringan berbeda), dan MisoAn (campuran miso dan pasta kacang putih).

TsubuAn dibungkus dengan kulit mochi berwarna hijau, 
KoshiAn berwarna putih, dan 
MisoAn berwarna merah jambu atau pink
Konon tiga warna tersebut juga ada artinya loh! (≧◡≦) ♡

Beragam warna khas pada mochi tersebut dikenal dengan nama Sanshoku yang berarti ‘tiga warna’. Warna hijau berarti kehidupan yang baru, merujuk kepada alam dan kuncup daun yang baru tumbuh. Warna putih berarti salju yang lembut, dan warna merah jambu/ pink menggambarkan keindahan bunga sakura yang datangnya hanya setahun sekali dan sangat diharap-harapkan masyarakat Jepang ♡\( ̄▽ ̄)/♡.



Rasanya ?

Jika digambarkan ke dalam variasi cemilan Indonesia, tepatnya Jawa. Tekstur mochi ini seperti perpaduan antara jenang ketan yang haluss namun di dalamnya terdapat isian yang terbuat dari kacang-kacangan. Nah, yang jenis MisoAn berwarna merah jambu, entah kenapa rasanya mirip dengan isian Onde-Onde yang terbuat dari kacang hijau yang dihaluskan.
Jadi bayangkan saja, jenang ketan yang berisi isian kacang hijau halus lembut yang langsung lumer ketika menyentuh lidah. Belum lagi aroma daun Kashiwa yang membalut itu bikin aroma dan rasanya jadi seger dan alami banget. Superrr yummyyy!

Si hijau TsubuAn yang berisi pure anko, manisnya terasa paling kuat diantara dua lainnya. 
Lalu disusul dengan MisoAn yang rasanya jadi sangat unik, karena di dalamnya ada campuran miso yang bikin sedikit gurih, namun juga manis yang tidak berlebihan. Dan terakhir, adalah si KoshiAn dengan rasa manis yang paling ‘lemah’ diantara dua rekannya. 

Tapi jangan khawatir, standard ‘Manis’ di Jepang umumnya adalah di bawah standard lidah orang Indonesia. Sebagai perumpamaan, di Teh di Jepang adalah teh tawar tanpa gula, dimanapun dan bagaimanapun kemasannya, teh akan selalu tawar dan getir sesuai rasa aslinya. Sangat berbeda dengan di Indonesia bukan? Yang kurang afdhol rasanya kalau makan apapun tidak didampingi Es Teh Manis, apalagi di siang hari yang terik. Aduhh,,mantap kali tuh!

Gambar dari TsunaguJapan



Kalau kata blogger masa kini, Repurchase? Of course YES!
Selain masa jual Kashiwamochi yang sangat terbatas, hanya sekitar satu bulan saja dalam setiap tahunnya T_T, rasanya juga sangat cocok di lidah saya. Tidak terlalu manis, tapi juga kenyel-kenyelnya gemes, bikin pengen makan terus kalau udah habis xD.

Kashiwamochi ini paling pas disantap dengan teh hijau tawar hangat. Teh hijau yang sengaja diseduh tanpa gula ini yang menetralkan rasa manis mochi, dengan kesegaran daun teh yang dipercaya ratusan tahun dalam menghalau lemak jahat dan radikal bebas dalam tubuh.
Hmm,,,tertarik mencoba?

Gambar dari picbon dot us


Ada yang pernah melihat atau bahkan mencicipi Kashiwamochi? ^_^
atau adakah yang menjadikan Jenang sebagai cemilan favorit?
Dan, bagi yang sedang berada di Jepang, sudah mempersiapkan shopping list untuk diburu minggu ini? 😀
Mari berbagi pengalaman dan pendapat di kolom komentar.
Terima kasih banyak sudah menyempatkan membaca tulisan sederhana ini ^_^
Sumber bacaan:
jpninfo dot com/51441
chopstickchronicles dot com/sanshoku-three-colour-dango/

Inikah rasanya Pemilu 2019 di Tokyo

2019, waktunya Indonesia memilih Presiden dan Wakil Presiden baru setelah melewati lima tahun masa pemerintahan Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mengikuti serangkaian pesta demokrasi di negerinya para kreator anime dunia, tentu akan sedikit berbeda dengan yang diadakan di tanah air. Nah, apa saja perbedaannya?.
Disclaimer: Data yang saya gunakan dalam tulisan ini adalah data pribadi. Tulisan kali ini hanya  menulis lingkup Pemilu Tokyo yang saya alami sendiri. Tidak ada paksaan atau bisikan halus dalam bercerita di sini. 🙂

Apa saja perbedaannya ?

1. Waktu.
Menggelar pemilu di luar negeri tentu bisa saja berbeda hari dengan pelaksanaan Pemilu di Indonesia tercnta. Umumnya diadakan pada akhir pekan, Sabtu atau Minggu. Karena hanya pada hari itulah para Warga Negara Indonesia yang merantau biasanya libur dari aktivitas harian mereka seperti kerja atau sekolah. 
So, kalau dipaksakan sama harinya dengan Indonesia yaitu hari Rabu, 17 April 2019. Wah,,mungkin akan sepi mamring TPS nya, karena tidak semua bisa mengambil cuti/libur pada hari efektif. 
TPS Pemilu Tokyo 2019. Balai SRIT (Sekolah Rakyat Indonesia Tokyo).
2. Sistem Pengambilan Suara

Untuk di luar negeri, dikarenakan panitia yang terbatas dan dengan cakupan hampir seluruh WNI di Jepang, maka Panitia menyediakan dua pilihan:
>Pertama, pengiriman surat suara melalui POS. 
>Kedua, menggunakan hak pilih langsung di TPS.

Nah, bagi WNI yang telah terdaftar datanya di sistem Pemilu Tokyo, akan mendapatkan kiriman amplop C6 berisi undangan untuk menggunakan hak pilih langsung di TPS Tokyo. Nah, kalau udah dapat undangan gini, dah pasti bisa nyoblos langsung. Karena data kita sudah terekam sempurna di database Pemilu Luar Negeri Tokyo. Jadi kalau lima tahun lagi kamu ada di Jepang, pastikan identitas serta alamat tinggalmu tertulis dengan benar di database Pemilih. Itu akan sangat memudahkan kita buat mneggunakan hak pilih tanpa nunggu lama. Datang- antri- masuk bilik suara-celup tinta-selesai. Prosesnya tidak sampai 30 menit. 
undangan pengambilan suara model C6.

undangan pengambilan suara model C6.

Nah, untuk para Bapak Ibu yang datang dengan membawa balita, ibu hamil dan manula umumnya akan diprioritaskan untuk mengantri lebih depan agar bisa duluan memberikan hak pilihnya. Diluar itu, Ga boleh iri ya!. Kalau mau duluan, silakan hamil atau menua terlebih dahulu :’) #gak.gitu.juga.
Mengingat pemilih berasal dari seluruh wilayah Indonesia (dari Aceh hingga Papua), pada pemilihan luar negeri pun surat suaranya hanya ada dua yaitu untuk memilih Presiden & Wakil Presiden, serta DPR.

3. Suasana
Wah, bisa dibayangkan. Hampir semua WNI dari Sabang sampai Merauke yang ada di daerah Tokyo dan sekitarnya, tumplek blek jadi satu di sebuah bangunan yang disulap menjadi TPS sehari. Uyel-uyelan, gaesss. Bagi orang tua dengan balita, datang bersama keluarga yang sigap saling membantu alias gantian gendong si kecil, dan tanpa membawa stroller bayi agaknya pilihan yang tepat. Mengingat terbatasnya lahan yang akan menjadi semakin aduhai jika dipenuhi oleh parkir stroller yang berjejer di area Pemungutan Suara (TPS).

4. Tidak ada tempat parkir kendaraan
Itu tadi, karena satu tempat yang disulap menjadi TPS dadakan, akan dipenuhi masyarakat yang antusias menggunakan hak pilihnya, jadi hampir tidak ada tempat untuk parkir kendaraan. Full biyangett xD. 
5. Bazar Produk Indonesia !
Meskipun stan Bazar yang tersedia hanya dalam jumlah terbatas, tapi perhelatan akbar ini juga menarik beberapa masyarakat Indonesia yang berdagang di lokasi dengan cara COD (cash on delivery). Sambil menyelam minum air gitu loh. Sambil ke TPS, sekalian sambil nyari Indomi* dan sambil nyari tambahan tabungan buat dikirim ke Pakne dan Makne di kampuang halaman.

Beberapa orang seperti saya, sebenarnya tujuan utama datang langsung ke TPS adalah buat belanja persediaan Sambel AB*, bumbu masak, sambel pecel, sekalian andok bakso dan sate idaman ati di stan bazar. wkwkwk~ xD.

Ilustrasi Bakso diambil dari shutterstock.
6. Panitia Standard Jepang alias SUPER DUPER RAMAH.

Dari menuju gerbang masuk, di pos security pemeriksaan barang, selama di pelataran TPS, hingga pintu keluar, semua panitia yang ada menyapa dengan ucapan “Selamat pagi, Bapak”, “Terima kasih banyak Ibu”, dengan senyum mengembang yang ikhlas tanpa terlihat dipaksakan. Pun ketika suasana sedikit ‘penuh’, panitia mberusaha menenangkan dengan bahasa dan mimik wajah yang menyenangkan begitu. Ramah, Tanggap dan Super pokoknya. Otsukaresama deshita seluruh panitia Pemilu Tokyo 2019 (KPPSLN, PPLN, Panwaslu, Para Pejabat SRIT dan KBRI, semuanya pokonya). Terima kasih banyak.

Perjalanan menuju TPS. Terlihat gagah ya Garuda Indonesia nya ^_^
Nah, untuk pelaksanaan pemilu di Tokyo tahun ini, diadakan di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Meguro di pusat Ibukota Jepang. Sekolah yang terkenal menjadi jujugan para Bapak Ibu yang merantau di ngeri ini mengirim buah hatinya menuntut ilmu yang meliputi ilmu terbaru yang sedang berkembang di Jepang, serta tak lupa tetap menyisipkan ilmu-ilmu kebangsaan khas Republik Indonesia. So, meskipun gaulnya ama anime, tetap khatam unggah-ungguh dan budaya Indonesia dong. Tertarik sekolah di sini?. Sama, Saya juga sebenernya pingin kalau ga inget umur :”). 
Suasana sungai Meguro dengan suasana sakura yang berjatuhan, mengapung di kanan kiri permukaan sungai.

So, mari sambut pesta rakyat termegah tahun ini dengan menggunakan Hak Pilih teman-teman di TPS masing-masing ya. Jangan mau kalah ama para perantau yang harus menempuh jarak hingga berpuluh-puluh kilometer hanya untuk datang ke TPS.

Selamat memilih !.
Semoga apa yang kita upayakan hari ini penuh berkah dan bisa membawa perubahan yang baik bagi negara tercinta, Indonesia.

Bagaimana, sudah ke TPS kah anda hari ini? ^_~ .

Halal Sakura, Resto Halal ala Uyghur di negeri Sakura

Apa yang ada di benak teman-teman ketika pertama kali mendengar ‘Makanan halal di Jepang ?’. Tentu tidak jauh-jauh dari secawan mi ramen dengan kuah ayam yang diproses secara halal dan menggunakan alat-alat masak khusus, yang diperuntukkan utuk mengolah bahan-bahan sesuai syariat Islam. Namun, bosan juga ya jika hanya menu Ramen saja yang dapat kita coba sebagai wisata kuliner di Jepang. 
Nah, bagaimana jika menikmati menu khas Jepang lainnya namun dibaurkan dengan menu pilihan  yang lebih bervariasi dari negara Asia Tengah?. Pernah coba?. Rasanya tidak kalah mantap loh!.
Bagi wisatawan Muslim di Jepang, tentu saat ini terasa semakin mudah dan banyak pilihan dalam berwisata kuliner di negeri Matahari Terbit ini. Banyaknya populasi komunitas Muslim dari berbagai negara, tingginya permintaan akan bahan dan makanan Halal, serta untuk menyambut Olimpiade 2020 di Jepang, membuat banyak produsen serta perusahaan di Jepang berlomba-lomba menawarkan berbagai macam produk yang ramah Muslim, tak terkecuali dalam bidang kuliner.
Nah, kemudahan-kemudahan inilah yang membuat para pebisnis harus sedikit memutar otak dalam menyajikan kuliner Halal yang tak biasa dan berbeda dari lainnya. Salah satu rumah makan yang kami coba kali ini adalah Restauran Muslim Uyghur ‘Halal Sakura’. Cantik ya namanya!. Sekali dengar, orang akan paham bahwa kedai ini menawarkan aneka pengganjal perut yang tidak hanya enak, namun juga HALAL !, dan dengan nuansa berbeda di negeri Sakura. 
Terletak di pusat kota Tokyo, dekat dengan Kebun Binatang Ueno yang terkenal dan Pasar Kain Nippori yang selalu menjadi jujugan turis-turis berburu kain-kain lucu namun membuat dompet ‘menangis’ xD.
Perjalanan menuju resto Halal Sakura. (perhatikan resto dengan tanda panah merah 😀 ).
Salah satu stasiun terdekatnya adalah Uguisudani Station. Dari stasiun ini, kita bisa berjalan kaki sekitar 10 menit saja untuk mencapai restauran dengan nama indah ini. Hanya dengan mengandalkan Google map saja, rumah makan ini tidak susah untuk ditemui. Dan ya, selamat menikmati hari-hari dengan berjalan kaki di sepanjang wisata di negeri yang terkenal disiplin tinggi ini. Koyo dan balsem wajib ada di tas ya gaess xD.
Letak restoran ini ada di persimpangan jalan, sangat mudah menemuinya. Dari luar kita langsung disambut dengan jendela kaca yang besar dengan promosi yang cukup menarik dan semakin cantik, dengan adanya beberapa karakter Muslim bergaya anime yang ‘menyapa’ para pejalan kaki. 
Anime bangeetttt ❤
Hmm, saya jadi membayangkan sesuatu. Bukan tidak mungkin, beberapa tahun ke depan akan lahir anime Muslim yang bisa jadi teladan dari negara maju ini. Banyaknya warga Jepang yang berbondong-bondong mengikuti kuliah Islam di Masjid-masjid di Jepang, ditambah rentetan list masyarakat asli Jepang yang satu persatu mengikrarkan diri menjadi Muslim, sungguh sangat membuat hati ini takjub akan kuasa-Nya. Masya Alloh. Jepang dengan segala kerapian dan kebaikannya yang sangat Islami, akan semakin sempurna dengan banyaknya warga Jepang Muslim. Insya Alloh. 
sumber tripadvisor
Tidak hanya gambar anime yang manis dan papan menu yang menggoda, namun terpampang juga label sertifikasi HALAL dari Nippon Asia Halal Association yang besar dan semakin menarik diri ini agar cepat-cepat memasuki rumah makan khas Muslim Tiongkok ini. 
Restoran ini terdiri dari dua lantai dan cukup luas dengan kapasitas sekitar 70 pengunjung di dalamnya, tersedia juga tempat wudlu dan ruang sholat bagi pelanggan. Setiap meja didesain cukup unik, agar dapat digunakan sebagai tempat panci besar untuk Hotpot atau Nabe dan Shabu-Shabu. 
Meja khas restoran Halal Sakura dan buku menu. Lingkaran sebelah kiri buku menu itu bisa dibuka, sebagai tempat Hot Pot dan Barbeque. Bikin Penasarankannn~

Salah satu spot ruangan diambil di malam hari. Sumber tripadvisor.
Nah, yang ditunggu-tunggu tentu menu nya dong. Apa aja sih yang disediakan ?. 
Menu dibedakan menjadi Noodles, Japanese food set, Uyghur Hot pot, Barbeque, Uyghur Style Special Food, dan Salad & Fried Food. Dan, ya, selain mencantumkan harga makanan, yang khas dari menu makanan di Jepang adalah (umumnya) tertulis juga jumlah kalori dari tiap makanan yang ditampilkan. Hmm,,,mauuu semuaa kalau saya xD. 
Kalau ga inget biaya yang dikeluarkan dan batas maksimal perut ini dalam menampung, tentu kepingin bungkus semuanya eheheh~ 

Dan pilihan kami kali ini jatuh pada Ramen rekomendasi resto ini yaitu Salty Ramen, ditambah Uyghur Ramen biar lebih nendang xD. Untuk menanyakan menu rekomendasi di tiap restoran di Jepang, bisa kamu pelajari di sini .  
penampakannya seharusnya begini.

Nah, ini penampakan karena gak sabar incip kuahnya xD.
Nah, karena lidah Indonesia harus makan nasi supaya marem xD, jadilah saya memesan juga Awa Fried Beef Set dan Uyghur K, paket makanan ini mengingatkan saya pada makanan di rumah sakir ketika saya melahirkan putri pertama saya di sini. Hmm, mungkin terlihat sedikit ‘berlebihan’ untuk menu rumah sakit ya, tapi memang begitulah adanya, bikin pasien ga mau cepet-cepet pulang kan ya :#.
Review
Untuk Salty ramen, hmm kurang nendang rasanya menurut kami. Kuah ramennya cukup kental, namun kurang nendang gitu. hehe. Sepertinya resto ini bukan spesialis ramen. 
Namun untuk olahan daging pada Awa Fried Beef Set nya sangat Mantapp Jayaaa. Enak tiada tara. Dagingnya mepuk, bumbunya berasa, ada potongan paprika yang menambah rasa nya jadi pedas-pedas crunchy gimanaa gitu. 
Nah, untuk Uyghur Kebab, rasanya mantapppp, dagingnya tebal namun empuk dengan bumbu yang enak. Kekurangannya hanya, saya agak kurang suka sama bau nya. Nuansa prengus-prengus nya masih ada, heheu~.
Jika ada rezeki lagi, mungkin mau coba menu lain yang lebih nendang seperti Barbeque, Shabu Shabu atau Uyghur Hot Pot. Tapi juga mungkin harus mengajak rekan lainnya, karena menu sebesar itu agak meragukan akan habis oleh kami bertiga saja xD.
Semoga tulisan dan review kali ini bisa sedikit membantu perjalanan kamu menemukan kekayaan wisata kuliner Halal selama di Jepang ya, dan semoga ada rezeki buat wisata kuliner kemari bersama keluarga ^_^.
Website resmi :
halalsakura dot com

2-18-11, Negishi, Taito-ku, Tokyo, 110-0003
Telpon 

03-6802-3171
Jam Operasional 11.00 a.m- 11.00 p.m.

Bahasa Jepang dasar ketika berwisata ke Negeri Sakura.

Selain memikirkan itinerary/jadwal perjalanan dan tempat wisata yang akan dituju, ada baiknya kamu mulai mempersiapkan sedikit obrolan ringan ketika berinteraksi langsung dengan penduduk setempat,  paling tidak dengan para penjual atau kasir di convenience store yang bakal sering kamu samperin buat nenangin perut. 

Pertama kali menginjakkan kaki ke Jepang, tentu rasanya akan sangat senang sekali. Apalagi jika negara ini adalah salah satu negara impian kamu sejak lama dan kamu telah berusaha keras untuk mewujudkannya. Selain memikirkan itinerary/jadwal perjalanan dan tempat wisata yang akan dituju, ada baiknya kamu mulai mempersiapkan sedikit obrolan ringan ketika berinteraksi langsung dengan penduduk setempat, paling tidak dengan para penjual atau kasir di convenience store yang bakal sering kamu samperin buat nenangin perut. 

Dengan bekal keinginan untuk mengobrol dengan penduduk setempat, selain menguji adrenaline kita (ciee), hal itu juga amat sangat diapresiasi oleh mereka loh. Bahkan walaupun kamu hanya bisa mengucapkan kata terima kasih dalam bahasa Jepang, yaitu “Arigatou gozaimasu”.
Sama halnya seperti di negara kita Indonesia. Ketika kamu berkesempatan melancong ke Yogyakarta, Bali, Lombok, Padang, dsb dan ketika kamu mempraktekkan bahasa setempat dengan masyarakat sekitar, tentu bukan hanya pengalaman liburan menyenangkan saja yang kamu dapat, melainkan  juga memori tentang kehangatan dan keramahan penduduk setempat yang menakjubkan!.
Nah, mengapa tidak menularkan keramahan ini juga, ketika kamu menginjakkan kaki ke negara lain, dengan kondisi, cuaca, serta adat budaya yang sama sekali berbeda. 
Belajar bahasa Jepang memang tidak menjamin kamu akan mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah, namun bisa jadi kamu akan menjadi satu-satunya turis yang akan mereka ingat tentang keramahan dan kesopan-santunannya. Dan berikut adalah kata-kata maupun kalimat dalam percakapan dasar, yang paling sering digunakan traveller ketika berada di Jepang. Cekidot~

A. Salam

sumber steemit dot com

1. Konnichiwa (Kon-Ni-Chi-Wa).
Kata ini tentu sudah populer di kalangan pecinta budaya Jepang. Konnichiwa bisa berarti “Halo”, atau “Selamat siang”. Kata sapaan ini adalah yang paling ‘luwes’ dibandingkan kata sapaan lainnya, karena ia bisa digunakan hampir di semua waktu, pagi,siang, sore, malam dan ketika menyapa seseorang yang baru saja kita kenal.
2. Ohayou Gozaimasu (O-ha-yoo-Go-za-i-mas ).
Yang berarti adalah Selamat Pagi, sangat ‘renyah’ terdengar ketika diucapkan anak-anak sekolah untuk menyambut para Guru di pagi hari. 
3. Konbanwa (Kon-ban(g)-wa ).
Sering terdengar ‘Kombawwa’ ketika diucapkan dengan nada yang agak cepat. Kata sapaan ini mengandung arti “Selamat Malam”. Yaitu kata sapaan ketika kita bertemu seseorang di malam hari. 
4. Oyasuminasai (O-ya-su-mi-na-sai).
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai “Good Night”, yang berarti “Selamat Tidur”. Diucapkan ketika malam hari pada waktu ‘menutup hari’. Umumnya diucapkan Ibu ketika mengantar anaknya tidur, atau perjumpaan dengan tetangga yang sama-sama akan masuk ke dalam satu bangunan/ apartemen/ hotel/ rumah di malam hari. 
5. Sayonara (Sa-yo-na-ra).
Yang berarti sampai jumpa lagi, entah kapan, tidak bisa diprediksi waktunya, atau dalam waktu yang (mungkin) akan lama untuk bertemu kembali. Saya sering mengucapkan ini ketika akan berpisah dari para Mamah Jepang di taman bermain xD, karena kan ga tau kapan lagi saya main ke taman itu. Kalau diantara kita ada yang mager, yaaa bisa aja ndak ketemu selama beberapa bulan . hehe~
6. Arigatou Gozaimasu (A-ri-ga-too-Go-za-i-mas).
Semua pasti uda paham kalau frasa ini berarti ‘Terima kasih’. Bisa ditambahkan kata ‘doumo(doo-mo)’ di depan untuk menambah nilai kesopanan “Doumo arigatou gozaimasu”.
7. Sumimasen (Su-mi-ma-sen).
Kata ini bisa berarti ‘Maaf’ atau ‘Permisi’. Ketika kita tidak sengaja menabrak orang dan mengucapkan “Sumimasen”, maka kata ini menjadi berarti “Maaf”. Namun, ketika kita masuk ke suatu rumah makan, dan ingin memanggil pramusaji, kata “Sumimasen” mengandung arti “Permisi”. “Permisi, boleh minta tolong kemari sebentar? ” ^_^.

8. Watashi no namae wa _ _ _ desu. (Wa-ta-shi-no-na-ma-e-wa _ _ _ des).
Kalimat di atas digunakan untuk memperkenalkan nama diri sendiri kepada orang lain saat pertama kali berkenalan/ bertemu. Watashi(saya) no namae(nama) wa _ _ _ desu (nama saya adalah _ _ _ ).

9. Yoroshiku onegaishimasu (Yo-ro-shi-ku-o-ne-ga-i-shi-mas).
Yang berarti ‘mohon bantuan, dukungan dan kerjasamanya’, biasanya diucapkan ketika usai mengenalkan diri pada seseorang yang baru saja ditemui. Kalian juga bisa melihat kata ini saya ucapkan beberapa kali di post tentang ProfilTentang Saya, dan Disclosure saya di blog ini.

B. Menanyakan suatu tempat 

10. Sumimasen, _ _ _ doko desu ka? (Su-mi-ma-sen, _ _ _ doko-des-ka? ).
Sebagai contoh, Sumimasen, KFC doko desu ka? (permisi, restoran KFC di sebelah mana ya?). Jangan lupa untuk selalu mengucapkan ‘Arigatou gozaimasu’ yang berarti Terima kasih, ketika kalian merasa telah dibantu ya teman-teman ^_^.
11. Sumimasen, otearai/ toire wa doko desu ka? (Su-mi-ma-sen, o-te-a-ra-i/to-i-re-wa-do-ko-des-ka?).
Nah kalau ini digunakan jika kalian ingin menanyakan, “Permisi, toilet nya ada di sebelah mana ya? “. 
sumber wow-j dot com

C. Membeli sesuatu.

12. Onegaishimasu (O-ne-ga-i-shi-mas).
Arti murni nya adalah ‘please’ atau ‘tolong’. Bisa diucapkan ketika hendak membeli sesuatu kepada penjual. Misal nih mau beli es krim dua porsi, “Aisu kurimu(es krim) futatsu(dua porsi) onegaishimasu(tolong)”, bisa mengucapkan kalimat ini yang berarti “Saya ingin membeli es krim dua porsi please”.
13. Kore hitotsu onegaishimasu (Ko-re hi-tot-tsu-o-ne-ga-i-shi-mas).
Ini adalah kalimat andalan saya jika mau beli makanan dan saya ga mau belibet baca huruf hiragana/katakana nya xD. Tinggal tunjuk menu yang dimau sambil bilang “kore(ini) hitotsu(satu porsi) onegaishimasu(please)” yang artinya ‘mau ini satu dong’ xD. Simple!. 
Nb: Hitotsu (satu porsi), Futatsu (dua porsi), Mitsu (tiga porsi), udah ah jangan banyak-banyak porsinya, inget timbangan di rumah xD. 
sumber zerochan dot net
14. Osusume wa nan desu ka? (O-su-su-me-wa-nan-des-ka? ).
Kalimat ini berarti “apa menu yang direkomendasikan?”. Jadi, bisa ucapkan ini ketika kamu ingin tahu menu andalan dari suatu rumah makan/ kedai makanan.
15. Ikura desu ka? (I-ku-ra-des-ka? ).
yang berarti “Berapa harganya?. Untuk memudahkan transaksi, umumnya penjual akan menyebutkan total harga dan menunjukkan Calculator atau menulisnya di selembar kertas, jika mereka tahu pembeli mereka adalah orang asing. Jadi, jan khawatir kebingungan yah. Udah bagus banget jika kalian berkenan mencoba ngobrol dengan bahasa setempat <3.
16. Daijyoubu desu (Da-i-jo-bu-des).
Ini adalah salah satu kata bahasa Jepang yang unik dan memiliki lebih dari satu makna. Bisa bermakna:
‘tidak apa-apa’ atau ‘i am okay’
‘tidak perlu’
‘tidak punya’
‘ya saya mau’ (bentuk sopan)
Misal, ketika di kasir supermarket, kamu ditawarin “fukuro wa daijyoubu desu ka? (mau pakai kantong keresek?) “. Jika kamu menjawab “daijyobu desu” sambil menggeleng atau membuka telapak tangan kedepan, itu berarti maksud kamu adalah “tidak perlu kantong kresek, terima kasih”.
Contoh lain, masih di kasir nih ya, kamu akan ditanya, “apakah memiliki member card atau tidak?”. Jika kamu menjawab “daijyoubu desu” sambil membuka telapak tangan, itu berarti “tidak punya, terima kasih”. 
Satu contoh lagi tentang ‘daijyobu’ ini adalah ketika kamu menabrak seseorang hingga jatuh, maka (umumnya) orang yang kamu tabrak akan mencoba menanyakan keadaan kamu, dengan bertanya “daijyoubu desu ka? (kamu tidak apa-apa?) “. Jika kamu menjawab “daijyoubu desu”, maka itu berarti “saya tidak apa-apa”. Begituh. hehe 😀
Gimana? Cukup seru,kan? xD.
sumber skdesu dot com
Finally, jika tiba-tiba seseorang mengajakmu panjang lebar ngobrol panjang lebar dengan bahasa Jepang dan kamu mulai berkunang-kunang untuk mencerna keadaan xD. Bisa keluarkan jurus pamungkas dengan kalimat ini.
17. Sumimasen, Nihon go wakarimasen (Su-mi-ma-sen, ni-hong-go-wa-ka-ri-ma-sen).
Mohon maaf, saya tidak mengerti bahasa Jepang.
atau,
18. Sumimasen, Eigo o hanashimasu ka? (Su-mi-ma-se-n-Ei-go-wo-ha-na-shi-mas-ka?).
Permisi, apakah Anda bisa berbahasa Inggris? :3
Jika mereka bisa menanggapimu dengan bahasa Inggris, waa~ you are so lucky!. Be ready and make friends in Japan, then ^_^.
Bagaimana pengalaman mu ketika pertama kali belajar berbahasa Jepang?. Adalah kata-kata atau kalimat pada bahasa Jepang yang paling kamu sukai?.
Terima kasih sudah berkunjung!.
Jika ada yang perli ditambahkan, jangan sungkan berbagi ilmu di kolom komentar ya ^_^.
Sumber bacaaan:

Profil

Assalamu’alaikum~
Salam sejahtera manteman.

Blog ini umumnya akan berisi segala hal yang unik dan menarik, terutama di negara Jepang dan dari perspektif saya. Dibuat se-ringan mungkin agar tidak memberatkan untuk dibaca. Sedikit informasi tentang saya ini semoga ada kebaikan yang bisa diambil.
Nama : Vidya Wahyu P.
Lahir : 18 Juni 1990 (iya, masih 17 tahun :’) )
Nama blog : vidyabercerita.blogspot.com
Twitter : vidyawahyup
facebook : Vidya Wahyu P
email : vidyayupi@gmail.com
Mohon bantuan dan dukungannya. Terima kasih
Yoroshiku onegaishimasu. 

About (Tentang Saya)


Assalamu’alaikum~ 


Semoga selalu  berkenan membaca tulisan sederhana namun mengena di vidyabercerita.blogspot.com.



Nama saya Vidya Wahyu P.
Seorang Ibu rumah tangga yang sedang menemani tumbuh kembang seorang putri yang masih balita dan suami yang berkesempatan belajar di negeri Sakura. Jika ada waktu luang, saya biasanya melipir juga ke usaha kecil keluarga kami di instagram @Chukorosm.

Sedang bersemangat menulis di blog ini, karena biasanya di buku harian yang kadang ada dan kadang hilang karena lupa naruh. /=,=\ . Kedepannya blog ini insya Alloh akan berisi tentang hal yang menarik bagi saya selama mencari butiran ilmu di negeri rantau. Dari hal yang sepele, kecil dan sederhana akan saya coba ulas di blog ini.

Kritik dan masukan akan sangat saya apresiasi terkait isi dari blog ini. Mohon jangan sungkan hubungi saya langsung melalui blog ini, atau di: vidyayupi@gmail.com . 

Terima kasih. Yoroshiku Onegaishimasu